Perluasan dan Pengayaan Materi.
Januari 16, 2009
Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Dimana kita berada, maka disitu kita berkewajiban menjunjung tinggi norma2 yg berlaku, demikian kurang lebih arti dari peribahasa tsb. Hal ini rupanya diterapkan oleh Sanggar Silaturahmi Pangastuti dalam mensikapi kondisi lingkungannya. PT WM sbg salah satu pusat pengembangan kegiatannya, saat ini sedang menerapkan kebijakan pemutasian bagi karyawannya. Hal ini merupakan salah satu upaya perusahaan utk menghadapi krisis global. Perubahan ini tentu pula sangat mempengaruhi jadwal belajar murid2 sanggar mengingat jadwal kerja mereka juga berubah. Maka dlm pertemuan anggota tgl15 Jan 2009 malam Jumat Wage di Sekretariat Modul 1, Ketua Sanggar Silaturahmi Pangastuti, Kertaningtyas, mengambil kebijakan utk membebaskan waktu belajar. Kita disini belajar, tapi juga harus bekerja, demikian paparnya. Dikatakan pula hal ini justru akan memperluas kesempatan anggota utk belajar tanpa terikat oleh materi, anggota bisa belajar apapun selagi itu memang diprogramkan. Agar tidak terjadi benturan waktu mohon sebelum belajar supaya konfirmasi sebelumnya, demikian dijelaskan Kertaningtyas di situasi musyawarah yg tampak santai itu.
Sanggar Silaturahmi Pangastuti sbg Pusat Pengembangan Budi Pekerti Luhur Jawa saat ini menyediakan bbrp materi yg dapat dipelajari siswanya, yaitu pendidikan budi pekerti, seni Kebatinan, Seni Beladiri Terapan, Meditasi dan Olah Nafas. Ada pula Alternatif Center sbg pusat Kesehatan Spiritual yg melayani masyarakat dibidang manajemen mental. Hal yg menarik respon anggota bahwa menurut Kertaningtyas, semua orang sesungguhnya mengalami gangguan kejiwaan, maka diperlukan aktivitas ttn yg positif dlm hidupnya sbg terapi sehari2. Dikatakan pula bahwa Sanggar Silaturahmi Pangastuti merupakan pusat Pengembangan bukan ‘perguruan’, maka itu dibuatlah situs agar materi Sanggar dapat dimanfaatkan oleh semua orang., dan nyatanya untuk saat ini terdapat pula anggota non jawa yaitu sunda, komering, palembang dan ogan.